Viewed 185 times
Menulis Kembali, Cara Cepat Kaya versi Galau
by irgunawan on Dec.12, 2011, under Artikel
Visited 186 times, 1 so far today
Setelah setahun kurang lebih, blog ini tidak tersentuh. Sewa domain dan hosting tetap diperpanjang, tapi content blog ini sendiri tetap tidak tersentuh.
Tahun lalu, usaha HotSpot tutup dan Warnet mengalami penurunan omzet drastis, saya kehilangan hampir 400 pelanggan hotspot dan penurunan pendapatan warnet mencapai 70%. November 2010 itu pun saya berhenti dari pekerjaan sebagai Manager IT di sebuah Tempat Hiburan Malam (baca: tempat_dugem), yang baru dibangun dan mengklaim dirinya sebagai THM paling Hi-Tech.
Selama hampir 2 tahun sejak 2008 HotSpot dan Warnet dibangun pelan-pelan tanpa hutang bank. Enam komplek perumahan dikuasai, hampir setiap 2 blok ada tower repeater, semua dibangun dengan sisa keuntungan dari hotspot itu sendiri dan bayaran jasa setting network di beberapa warnet dan hotspot orang lain, baik di dalam kota Samarinda maupun di luar kota.
Setiap penghasilan darimanapun, saya anggap itu sebagai bahan investasi untuk mencapai perkembangan usaha yang semakin melebar. Tiap ada duit, langsung beli Access Point, beli Antena, beli berbagai perlengkapan pembangunan tower repeater. Dua tahun berlalu saat omzet mulai kelihatan baik, mencapai 15 jt/bulan selama 4 bulan terakhir, tapi dalam 1 bulan sekejap saja pelanggan langsung ludes pindah langganan ke provider yang lebih besar, karena menawarkan pemasangan telpon gratis, modem ADSL gratis, dan gratis tagihan 1 bulan. Singkat kata, kerja keras dan kesabaran saya selama 2 tahun, berbuah pengalaman, bukan berbuah uang.
Saya merasa keadaan ini adalah keadaan paling terpuruk dalam hidup saya, tapi karena ada istri dan seorang bocah kecil yang tidurnya pun tetap membangkitkan semangat saya untuk menghadirkan kehidupan yang layak untuk mereka dengan cara yang halal.
Yang Halal tapi Hasil Besar? Adakah usaha semacam itu? Seingat saya, selama ini usaha halal yang saya tekuni selalu kecil hasilnya. Mau hasil besar dengan modal besar pula. Ini pertanyaan yang belum terjawab tahun lalu.
Seingat saya, cara untuk hidup layak (baca: kaya) ada 4 cara, yaitu sebagai berikut:
- Menikah dengan orang kaya atau anak orang kaya
- Mendapat Warisan dari orang tua kita yang kaya
- Menjadi Pegawai Negeri dan Korupsi yang banyak, sehingga jika tertangkap masih ada sisa buat nanti dinikmati setelah keluar penjara.
- Ikut Money Game atau Arisan Berantai, cari korban sebanyak-banyaknya dan menghilang sebelum ketahuan member korban.
Cara nomor 1, Menikah dengan orang kaya atau anak orang kaya. Wah ini sulit, saya sudah terlanjur menikah.
Cara nomor 2, Mendapat warisan dari orang tua yang kaya. Ini juga tidak mungkin, ibu saya seorang ibu rumah tangga, bapak saya seorang tukang besi yang hanya mendapat penghasilan maksimal 80rb/hari
Cara nomor 3, Menjadi Pegawai Negeri dan Korupsi. Jujur saya sudah banyak melihat teman-teman yang secara logika dengan pangkat dan golongannya di kantor dan saya tahu pasti bahwa mereka tidak punya usaha sampingan, tapi mereka bisa dalam waktu beberapa tahun sudah punya mobil, rumah di sana-sini, bahkan istri di sana-sini. Tapi Ijazah D3 Keperawatan saya sudah coba ke berbagai rumah sakit dan hanya membuahkan penantian tidak jelas, setiap ada tes ujian masuk Pegawai Negeri, saya selalu terlambat mendengar kabar. Apakah Tuhan tidak rela saya jadi koruptor hebat?
Cara nomor 4, Ikut Money Game atau Arisan Berantai. Lagi-lagi saya dihadapkan dengan pilihan yang sangat berbahaya. Sepertinya masih mendingan jadi Koruptor daripada pemain Money Game. Koruptor paling-paling dipenjara dan dipermalukan di media massa, sedangkan di dalam penjara seperti kerajaan mewah yang lengkap dengan fasilitas. Akan tetapi berbeda efeknya jika saya menjadi pemain Money Game, tentunya jika saya terlambat meninggalkan negeri ini, korban-korban saya (baca: teman-teman) akan mengobrak-abrik tempat orang tua saya, anak istri akan di hinakan sepanjang masa. Hasil besar, tapi masa depan 7 turunan sangat suram. Jadi ngeri… grrrr
Januari 2011, seorang teman fotografi memperkenalkan saya kepada sebuah perusahaan international yang sangat luar biasa.
February 2011, saya mulai menekuni usaha ini yang jenisnya tergolong baru dalam hidup saya. Hasilnya tidak banyak, hanya saja setiap minggu saya menerima gaji minimal 500$, 750$ bahkan 1000$, per minggu, bukan per bulan. Maka sangat wajar sehingga terjadi perubahan hidup yang signifikan di keluarga saya. 10 bulan yang lalu, saya keluyuran pakai sepeda motor Honda Revo butut satu-satunya, tapi sejak 3 bulan yang lalu saya bisa menghadirkan sebuah mobil Mitsubishi T120SS yang sekarang parkir didepan rumah orang tua saya. 1 bulan setelahnya, saya lanjutkan dengan menghadiahkan istri saya dengan sebuah mobil Kijang Innova G 2400cc. Tidak terasa setelah 2 bulan naik mobil, saya hampir lupa cara naik motor.. hahahaha. Maklum pengalaman jadi orang susah tidak ada asiknya sama sekali, sumpah!!.

Soal usaha yang baru saya tekuni selama 10 bulan terakhir ini dan telah menghasilkan perubahan ekonomi yang besar dalam hidup saya, akan saya jelaskan pada postingan selanjutnya. Jangan khawatir, saya bukan website penjual ebook cara kaya instan yang banyak bertebaran di internet. Jadi Anda tidak perlu membeli apapun di blog ini.










